Keterangan Gambar

Kenyataan dan Hukum Tentang Sengat Lebah

Assalamualaikum.wr.wb

Selamat datang ke www.dokterlebah.com terimakasih telah berkunjung :)
Pada postingan kali ini, kami akan membahas simpangsiur informasi tentang sengat lebah.
Disimak baik-baik ya :)

Lebah, memiliki sengatan yang didalamnya terdapat melittin (racun lebah) yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan virus-virus dan sel-sel tidak normal yang ada dalam tubuh tanpa merusak/mengganggu sel-sel sehat atau sel-sel yang normal lainnya. Subhanallah. Maka dari itu sengatan lebah yang dilakukan di titik yang tepat memiliki pendeteksi alami sendiri ketika masuk ke dalam tubuh manusia (mendeteksi sel-sel tidak normal) serta menghancurkannya.
Ini juga alasan mengapa orang yang terlihat sehat tiap minggu dapat melakukan terapi sengatan untuk menjaga kesehatan tubuhnya. sehingga terhindar walau dengan penyakit ringan seperti pusing, sakit kepala, pega-pegal dsb. Bahkan Segala Puji bagi Allah, untuk melalui  sengat lebah ini telah menyembuhkan penyakit2 berat yang sempat diklaim tidak ada obatnya seperti HIV,AIDS,Kanker dsb. 

Lalu, bagaimana jika lebah yang sudah menyengat orang yang memiliki penyakit HIV misalnya, kemudian menyengat orang sehat? Aapakah berbahaya karena menularkan penyakit karena bekas dari menyengat orang sakit tadi?
jawabannya,

SAMA SEKALI TIDAK BERBAHAYA

Karena dalam hidupnya, satu ekor lebah hanya memiliki satu kali kesempatan untuk mengeluarkan sengatannya. Karena setelah sengatan itu ia keluarkan, maka Lebah yang menyengat tersebut akan MATI. Maka dari itu, sengatan lebah disebut sebagai suntikan alami yang paling aman dan steril, Subhanallah Allah telah menciptakan segalanya dengan sempurna. 
Lebah : aku rela mati untukmu :')
Maka dari itu lebah juga hewan yang tidak akan mengeluarkan sengatannya begitu saja, karena sengatannya itu sama hal nya dengan mengeluarkan nyawanya. Mereka biasanya mengeluarkannya jika mereka terdesak, seperti diganggu, atau melindungi sang ratu dan rumahnya (baca : sarangnya).

Allah Maha Mengetahui bahwa, Sengatannya mampu menghancurkan berbagai virus-virus ringan hingga virus bahaya yang mematikan pada manusia, maka dari itu lebah diciptakan mati setelah menyengat. Masya Allah. Segala sesuatu di alam ini diciptakan untuk manusia, lantas, sangat berdosalah kita jika tidak menghamba kepada Sang Pencipta.

Namun, Yang menjadi simpangsiur adalah, anggapan-anggapan tentang menggunakan sengatan lebah sama saja dengan membunuh lebah. Hal tersebut mengacu pada hadits Rasulullah sebagai berikut : 

Note : Mari kita bahas makna hadis, bukan menyalahi hadisnya.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata :
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ.
"Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh empat hewan : semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad"
(HR. Abu Dawud no. 5267, Ibnu Majah no. 3224 dan Ahmad I/332, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no.6968)

Mari kita telaah baik baik,
Membunuh, dengan MENGGUNAKAN SEBAGAI OBAT, adalah hal yang berbeda.
Jika kita membunuh dengan sengaja, membunuh tanpa sebab, apalagi membunuhnya karena nafsu adalah jelas hal yang berdosa.dan sangat tidak diperbolehkan.
Kita ambil contoh lain, Semut, jika sudah mengganggu manusia, diperbolehkan untuk membunuh karena hal tersebut terdapat alasan yang menguatkan untuk membunuhnya. bukan tanpa sebab.
Kemudian, Simpang Siur Lainnya tentang Sengat Lebah adalah salah satu penafsiran hadits berikut

Dari Abdurrahman bin Utsman, ia berkata :
"Sesungguhnya seorang tabib (dokter) bertanya kepada Nabi tentang kodok yang akan ia jadikan sebagai obat. Maka Nabi melarang ia membunuh kodok"
(HR.Abu Dawud 3871, an-Nasaa'i VII/210, Ahmad III/453, al-Hakim IV/411 & al-Baihaqi IX/258)

Hadits ini tidak bisa dijadikan acuan atau patokan hukum untuk sengat lebah, karena :
Pertama, Hadits tersebut sangat jelas  menyebutkan tentang kodok, dan KODOK BUKANLAH LEBAH.
Sebaiknya, kita tidak mengeneralkan sesuatu tanpa ilmu, Kodok, tidaklah dapat disebut atau digeneralkan sebagai lebah.karena, kedua binatang ini jelaslah berbeda.
Kedua, Pada hadist pertama yang kita bahas, tidak disebutkan kodok adalah hewan yang diharamkan untuk dibunuh. Namun, kenapa Rasulullah tetap melarang membunuh kodok walau untuk dijadikan sebagai obat? karena ada kemungkinan alasan yang berbahaya atau hal tidak baik jika kodok digunakan sebagai obat untuk manusia. Wallahualam bissawab.

Maka dari itu, sebaiknya kita tidak menyimpulkan atau menggeneralkan sesuatu. Contoh lain,
Terdapat hadits Rasul yang menyatakan bahwa jika lalat menghinggapi minuman, cukup dengan menyelupkan kedua sayap lalat tersebut dalam minuman yang dihinggapi tanpa harus dibuang.
Belakangan, ilmu ilmiah baru menyatakan bahwa ternyata, salah satu sayap lalat memang ada penyakitnya, namun, sayap satunya lagi adalah peneteralnya, Subhanallah. saat beribu tahun silam, Rasulullah sudah mengetahui hal ini.
dengan adanya Hadits Rasulullah tentang menyelupkan keseluruhan lalat yang hinggap pada minuman, apakah semua hewan yang menghinggapi minuman kita cukup dicelupkan keseluruhan tubuhnya lalu tetap aman diminum setelahnya? bagaiman jika itu kecoak, cicak, atau dsb? apakah tetap berlaku sama?
TENTU anda menjawab TIDAK karena, kecoak, dan cicak BUKAN/tidaklah sama dengan Lalat. Karena kecoa dan cicak bukan lalat.
Sama hal nya dengan KODOK BUKANLAH LEBAH
Karena tidak semua hal bisa digeneralkan sama. Mari kita berpegang pada Aturan No.1 Landasan yang paling kuat, dan yang lebih tinggi yaitu Al-Qur'an :
Dari perut lebah itu keluar cairan yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 68-69)

"Keluar cairan yang bermacam-macam warnanya"
"bermacam-macam" bahkan tidak hanya madu saja, sangat banyak yang dihasilkan lebah termasuk kandungan di dalam sengatannya pun juga diciptakan Allah , dan Allah memberitahukan kepada kita pada ayat yang sama bahwa
"terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia"

Allah sudah lama memberitahukan kepada kita tentang, obat yang Ia ciptakan dan titipkan melalui lebah, namun, butuh waktu lama untuk ilmu pengetahuan yang baru bisa mengungkapkannya. Salah satu nya sengatannya yang gencar ditelititi sekarang adalah sengatan lebah yang mampu menghancurkan virus HIV yang pernah diklaim tidak ada obatnya. padahal, Rasulullah  telah menyampaikan kepada kita :
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya." (HR.Bukhari)
Maha Besar Allah , yang ilmunya meliputi segala sesuatu. manusia lah makhluk yang memiliki keterbatasan. 

Wallahualam bissawab.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Ditulis oleh
www.dokterlebah.com








Previous
Next Post »